Semarang – Ratusan anggota Perkumpulan Pabrik Rokok dan Petani Tembakau Indonesia (P2RPTI) dari berbagai penjuru Tanah Air memadati Wisma Perdamaian, Kota Semarang, pada Selasa (30/12/2025). Mereka menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang sekaligus menjadi momen pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) periode baru.

Kehadiran perwakilan dari Kanwil Bea Cukai Jateng, Disperindag Jateng, Mabes Polri, Polda Jateng, Kodam IV/Diponegoro, dan sejumlah kepala daerah menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang dialog strategis antara asosiasi, pemerintah, dan aparatur negara untuk membahas masa depan sektor tembakau nasional.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP P2RPTI, Dr. H. Suratno Syukron, M.Pd., menegaskan bahwa Mukernas merupakan forum tertinggi untuk refleksi dan penajaman arah perjuangan organisasi. “Di sinilah kita meneguhkan kembali jati diri organisasi sebagai wadah perjuangan rakyat,” ujarnya.

Mukernas kali ini mengangkat tema besar “Optimalisasi Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk Kesejahteraan Rakyat dalam Menyukseskan Ketahanan Pangan.” Tema ini dipilih sebagai respons kritis sekaligus visioner terhadap pemanfaatan DBHCHT yang selama ini kerap dipersepsikan sempit.

Suratno menekankan bahwa DBHCHT harus dilihat lebih dari sekadar dana kompensasi, melainkan sebagai amanah negara yang berpotensi menjadi pengungkit kesejahteraan dan ketahanan pangan jika dikelola secara tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan. “Ketahanan pangan tidak dapat dilepaskan dari keberpihakan kebijakan dan keadilan distribusi anggaran,” tegasnya.

Forum ini diharapkan dapat menghasilkan program kerja nasional yang konkret dan menyentuh akar persoalan, mulai dari penguatan rantai hulu-hilir tembakau, pemberdayaan petani dan masyarakat desa, hingga penciptaan kemandirian ekonomi.

Dengan ditutupnya Mukernas, P2RPTI menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal kebijakan DBHCHT dan berkontribusi pada cita-cita ketahanan pangan nasional, mengedepankan semangat kesejahteraan rakyat sebagai tujuan akhir